Kisah Cinta Layla Majenun (Qais dan Layla)

1 comments




Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang
diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tidak mempunyai seorang anak. Tabib-tabib di desa
itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua
usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan
Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka
berdua. "Mengapa tidak?" jawab sang kepala suku. "Kita telah mencoba berbagai macam
cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya."
Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang
terluka. "Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami
merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami
tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan
kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami."
Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang
anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh
semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian
dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik
istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan
musik, menggubah syair dan melukis.
Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah
sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya
beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga
terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.
Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis
bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam;
karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-"Sang Malam". Meski ia baru berusia dua
belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya
kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni
sembilan tahun.
Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudahsaling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini
makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi
tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang
mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka
justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau
kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.
Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui
cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas
seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan
menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka,
mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu
pada masyarakat sekitar.
Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan
sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil
namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya
berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka
bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, " Lihatlah Qais , ia sekarang
telah menjadi seorang majnun, gila!"
Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan
mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan
berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di
rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia
pasti akan menjumpai Majnun.
Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun
sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun dudukduduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju
desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa
yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa
burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya
bahwa ia dekat.
Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjingtersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya,
mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya
anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat
kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.
Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada
Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya
kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia
berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.
Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu
oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad membantunya untuk
berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan
Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka
melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.
Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti
masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup
mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin
berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar
suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin
atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah
berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang
cintanya.
Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya.
Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas
tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana
kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick
merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan
kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.
Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan
datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu
selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila. Akhirnya, mereka
bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yangdimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu.
Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar
tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun,
ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah
orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang
telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala
sesuatunya.
Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di
rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari
kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini
ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.
Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri
drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh
dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun disambut dengan sangat
baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka.
Ayah Majnun lebih dulu berkata, "Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat
penting bagi kebahagiaan, yaitu “Cinta dan Kekayaan”.
Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup
memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan
menyenangkan. Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, "Bukannya aku menolak Qais.
Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat," jawab ayah
Laila. "Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati-hati dengan anakmu.
Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti
sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak.
“Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam
posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?"
Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya
adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling
cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya.
Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak
mendengar ucapan bermakna dari Majnun. "Aku tidak akan diam berpangku tangan danmelihat anakku menghancurkan dirinya sendiri," pikirnya. "Aku harus melakukan sesuatu."
Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan
malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis
tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun
dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu
lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk
mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila.
Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya
rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak
ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya, Malahan, tak ada seorang pun
yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan
Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang
di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya.
Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai
berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke
lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais
dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan
merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.
Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa
yang ia mohonkan? "Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang
menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku
sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup."
Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.
Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di
desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke
gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal direruntuhan sebuah bangunan tua
yang terasing dari masyarakat dan tinggal didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun
yang mendengar kabar tentang Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan
keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak
orang berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai
hilang ditelan bumi.Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh
yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan rambut panjang
hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya compang-camping dan
kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia
mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. "Hus” katanya, 'Jangan
bangunkan sahabatku." Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan.
Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan
terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun
yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh
jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan
dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri
dengan sangat baik sehingga lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari
kehidupan liar dan buas itu.
Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa
Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala
sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang musafir itu mendengarkan
Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti
yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.
Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya, sang kepala
suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan
meminta keteransran rinci darinya. Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun
masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk menjemputnya.
Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun
dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terjerembab
dalam keadaan mengenaskan seperti ini. "Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau
menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami," jerit sang ayah menyayat
hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya.
Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, "Wahai ayah, ampunilah aku
atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah
mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah
nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta." Ayah dan anak pun saling berpelukandan menangis. Inilah pertemuan terakhir mereka.
Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya.
Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya,
orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk
mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api
cinta yang membakar dalam kalbunya. Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang
terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan
kertas kecil. Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan
potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan
syair-syair dalam potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan
cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.
Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya.
Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak
kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah
dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.
Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang
kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih
sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang
ksatria gagah berani bernama 'Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya
menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di
kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.
Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan
bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun
ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya! Kaetika Amr kembali ke kota
kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan
menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.
Ketika pasukan 'Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan
kepada 'Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku
akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak
keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku
untuk memberikan putriku pada orang gila itu”. Majnun mendengar pertempuran itu hingga iabergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di
antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat
mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.
Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa ia
membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, "Orang-orang ini berasal dari desa
kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?" Karena sedemikian
bersimpati kepada Majnun, 'Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang
dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun
memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa
mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.
Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati
adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman,
Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta
kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila. Merasa lelah dan
sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di
pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu.
Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, "Aku lebih senang mati
ketimbang kawin dengan orang itu." Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris.
Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya. Perkawinan pun berlangsung
dalam waktu singkat. Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya
berakhir juga.
Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya.
"Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri," katanya. "Karena itu, jangan membuangbuang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang
bisa membuatmu bahagia." Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya
bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan
menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk datang
kepadanya.
Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap
selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat hati dan mengharu
biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis. Derita dankepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun
turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba
Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apaapa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan
malah menjadi semakin lebih dalam lagi.
Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas
perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta
satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah
memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang
yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil
namamu, Laila”.
Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian
tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, "Dalam hidupku, aku tidak bisa
melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu
menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia,
sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang
ada di sekelilingmu” . “Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal
segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang
lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?.
Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di
reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya. Di siang hari, ia
mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia
memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas
yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan
ranting di atas tanah. Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia
mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang
sanggup mengusik dan mengganggunya.
Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya.
Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal
tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut
kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukanketenangan dan kedamaian di rumahnya. Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan
mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar
tentang dunia luar dengan Laila.
Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini
pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh
sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya,
pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya
makin mengaduk-ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas
kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang
dan sudah lama dirindukannya.
Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali
saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih
satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya. Meskipun
masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri
wanita seusianya. Semen tara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar
karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur
dengan baik selama bermalam-malam.
Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah
Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama.
Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun
menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan
Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya! Ia
hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang. Namun,
ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam
perpisahan kepada Majnun. Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap
menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun.
.Majnun.
Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian,
berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di
tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari. Ketika
kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalanlagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di
kuburan Laila di luar kota . Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.
Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan
ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang.
Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun
peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya,
mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman
sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar
seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini
bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.
Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan
Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisiNya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, "Tidakkah engkau malu memanggil-manggilKu dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?"
Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik
dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang
terjadi pada Laila yang malang ? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun
mengilhamkan jawaban kepadanya, "Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia
menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri."

Sumber: Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )



Catatan Selengkapnya »

Hampura-Yayan Jatnika (Lirik)

0 comments


Bulan...anu katembong sapotong..
Bentang,singkaretit narembongan...
maturan hate nu tunggara...
alatan dipeugatkeun Cinta..
Duh....Nalangsa..

Diri..ukur sumerah kaGusti
Mugi,sing kiat nandangan Lara
lamun seug enya ieu Karma
kuring kungsi milampah Dosa...
Duh.....Ampun Gusti

Reff:
Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...
Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...

Diri..ukur sumerah kaGusti
Mugi,sing kiat nandangan Lara
lamun seug enya ieu Karma
kuring kungsi milampah Dosa...
Duh.....Ampun Gusti

Reff:
Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...
Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...

Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...
Kamana...kamana neangannana
manehna nu Kungsi ku kuring di nyeunyeuri..Hampura...

tonton video Hampura (klik)
Catatan Selengkapnya »

Legenda Agus Omeng

0 comments



Di suatu desa, ada pemuda bernama Omeng. Nama aslinya mah Agus Sopandi. Tapi karena dia mantan pemain smackdown, dia dipanggil Omeng.

Di desa tersebut ada mitos, siapapun yang mendekati Omeng, niscaya akan menderita hapur saawak-awak  shit!! Ngeri banget

Omeng selalu hidup kesepian. Bahkan Sobri sahabat baiknya pun kini menjauhinya. aaaa kasian atulah  krik krik..

Suatu hari ada gadis dari Bandung yang maen ke desa, namanya Jessica. Orangnya cantik, imut, tapi sayang mulutnya bau kardus baseuh

Jessica melihat Omeng yang lagi cingogo sendirian dihandap tangkal toge. “Wah siapa tuh? Kasian alone, pasti dia emokids” ujar Jessica.

Pas Jessica mau nyamperin, tiba2 datang Pak Lurah menghampiri Jessica. “Neng jangan deketin dia, bisi hapur saawak-awak siah”

Jess: emang kenapa pak? Lurah: dia sumber penyakit di desa ini. Jess: AH MASA PAK? Lurah: anjir neng mulut neng bau waladolin

Karena hebosan Jessica, pak lurah pingsan didinya keneh. “Ih ai pak lurah kadon sasarean didieu, samarukna spring bed -,-” ujar jess.

“TOLOONG TOLOONG PAK LURAH PINGSAAAN” jessica teriak karna panik. Omeng pun menghampiri dan langsung memberi nafas buatan kepada pa lurah

Setelah diberi nafas buatan oleh omeng. Pak lurah langsung cenghar :O Pak lurah berterima kasih pada omeng dan ngasih uang Rp.1500,-

TAPI…. Pas malemnya teh pak lurah jol menderita hapur saawak-awak  TIDAK! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI

Ternyata mitos tentang Agus Omeng dan hapur itu benar ada nya. Pak lurah langsung ngesms meminta tolong kepada Mario Teguh.

Karena pak lurah merasa butuh motivator untuk menyemangati hidupnya setelah positif hapur saawak-awak

Pa Lurah: mar,dimana euy? Mario Teguh: ieu saha? Pa Lurah: kasih tau gak yaaaaa :3 Mario Teguh: aisiaaa -______-”

P.Lurah: ieu aing lurah yayat. M.Teguh: Oh aya naon lur? lurah. P.Lurah: tulungan aing hapur M.Teguh: superrr. P.Lurah: masia -___-”

Mario Teguh pun datang ke desa dan menemui pak lurah. Karek ge datang Mario Teguh teh jol ceramah -,- pak lurah pun rungsing bukan main.

Kela nu nanya hapur naon. –> HAPUR ADALAH PENYAKIT KULIT. YANG SUKA ADA PUTIH-PUTIH NGAJAREBLAG DI KULIT. MASIH ADE KAKA SAMA “PANU”

“Naon atuh aisia datang2 jol wawiweuw!” Ujar pak lurah. Mario pun teunggar kalongeun saat itu karena reuwas di sengor

TAPI ADA YANG ANEH DENGAN MARIO TEGUH!!! :O pak lurah curiga, “naha mario teguh teh aya kumisan ayeuna mah” pak lurah ngaharewos.

TERNYATA.. TERNYATA.. I I I ITU BUKAN MARIO TEGUH :O TERNYATA ITU ADALAH MARIO BROS  Pak lurah salah nomer pas ngesms

Karena kaget, pak lurah mendapat serangan jantung dan kejang2 :’( mario bros kaget, bu lurah kaget, mario bros dan bu lurah kaget

Karena bu lurah dendam, bu lurah meminta bantuan kepada HULK untuk membunuh Omeng. Lalu bagaimana nasib Omeng?? Dan Jessica??

“Apapun makanan nya, minumnya…… CAI GALON AJA” #iklan

Di suatu tempat, Jessica yang selalu bersama Omeng setelah kejadian tersebut. Ternyata juga menderita hapur  ih anjir gareuleuh -,-

Jess: meng,gimana nih kita dicari HULK? Omeng: iya, kita harus pergi dari sini  Jess: kita? Lo aja kali gue engga. Omeng: sianying -_-”

Pas lagi jalan di gang, tiba2 mereka berdua bertemu dengan HULK :O anjir kumaha ieu. Bisa2 si omeng dijieun parab lauk ku si HULK. aaaa

Hulk yang berbadan besar ciga bus kobutri pun mengamuk. “KADIEU SIAH KOMENG!!” Teriak Hulk. Hulk langsung berlari mengejar.

Sok kebayang gak kalo kamu diuudag HULK? *jreeeeeng *jreeeeeng

Omeng dan Jessica lumpat sataker kebek dan terus diudag Hulk. 54 jam mereka paudag-udag,tanpa sadar ternyata mereka udah nyampe Palembang

Hulk yang merasa leuleus karena ngudag 54 jam, berhenti sejenak untuk membeli makanan khas palembang, yaitu tahu cibuntu.

Sementara itu, Omeng dan Jessica memutuskan untuk kembali ke desa karna saat itu ada truk. Mereka berdua pun nangkel kanu truk.

Pas lagi nangkel, ternyata ada logak yang badag :O truk ngagijlug dan Jessica ngacleng dari truk dan mebes masuk ke gawir

Omeng cirambai, karena satu2nya teman yang dia punya, mebes dan gugulutukan masuk gawir. Omeng sedih  #np ST12 – Saat Terakhir

Pas nyampe desa Omeng putus asa lulumpatan di leuweung. Pas lagi lumpat, Omeng titajong dan kepalanya menyundul tangkal caringin  aduh

Omeng pun dilarikan ke rumah sakit saat itu. Karunya atulah plis euy, karek ge tidagor kana tangkal kadon dititah lumpat ka rumah sakit

Di rumah sakit ternyata ada Dokter Boyke. Omeng dirawat oleh Dr.Boyke. Tapi sayang……. Omeng pun tak bisa diselamatkan  aaaaaaaaaa :’(

Kini, Agus Omeng telah tiada  namun penyakit hapur nya masih eksis hingga kini. Terimakasih Omeng. Tanpa kau hapur takkan ada :’( #TAMAT

Hikmah dari cerita tersebut: 1. Jangan nangkel dinu truk. 2. Jangan lulumpatan. 3. Jangan pacaran

diambil berdasarkan tulisan @infoCapruk(Asep Balon)
Catatan Selengkapnya »

Goresan keHampaan

0 comments


















Kubangun sebuah Rumah...
Dari balok2 harapan dan Kasih Sayang
Serta Sisa Cinta dan Ketenangan
Entah yang mana lagi kemudian kan Pergi
tanpa sudi mengenang siapa Aku.....

Hanya dinding atap yang pecah
yang selalu kujadikan penghujung Dunia..
lontaran kesyahduan masa Silam
yang semakin meremang dan Buram
sayatannya terus bergelanyut torehkan sebilah luka..
membuatku beku tinggalkan Azab nan Fana..

akh.....
Lekas...lekas...Kita harus pergi esok..
Menjemput kegetiran nan Kusam......


Tumaritiz.


Catatan Selengkapnya »

Pantaskah ini disebut SUFI...??

0 comments















Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai


Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
Bagi-Mu pujian untuk semua itu


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu


Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku


Aku mengabdi kepada Tuhan
bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku pada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
yang abadi padaku


Alangkah buruknya,
Orang yang menyembah Allah
Lantaran mengharap surga
Dan ingin diselamatkan dari api neraka
Seandainya surga dan neraka tak ada
Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?
Aku menyembah Allah
Lantaran mengharap ridha-Nya
Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya
Sudah cukup menggerakkan hatiku
Untuk menyembah-Mu


Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu


Andai cintaku
Di sisimu sesuai dengan apa
Yang kulihat dalam mimpi
Berarti umurku telah terlewati
Tanpa sedikit pun memberi makna


Tuhan, semua yang aku dengar
di alam raya ini, dari ciptaan-Mu
Kicauan burung, desiran dedaunan
Gemericik air pancuran
Senandung burung tekukur
Sepoian angin, gelegar guruh
Dan kilat yang berkejaran
Kini
Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu
dan
Sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu


Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang
Atau karena jauh di jalan yang ‘kan kutempuh
Apakah Engkau akan membakarku
O, tujuan hidupku
Di mana lagi tumpuan harapanku pada-Mu
Kepada siapa lagi aku mengadu?


Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki


Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala
yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku
Ya, Ya Allah
O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku


Ya Allah
Aku berlindung pada Engkau
Dari hal-hal yang memalingkan aku dari Engkau
Dan dari setiap hambatan
Yang akan menghalangi Engkau
Dari aku

Ya Illahi Rabbi
Malam telah berlalu
Dan siang datang menghampiri
Oh andaikan malam selalu datang
Tentu aku akan bahagia
Demi keagungan-Mu
Walau Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu
Aku akan tetap menanti di depannya
Karena hatiku telah terpaut pada-Mu


Tuhanku
Tenggelamkan diriku ke dalam lautan
Keikhlasan mencintai-M
Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkanku
Selain berdzikir kepada-Mu

(Sumber; Syair2 Sufi)
Catatan Selengkapnya »

Eyang Subur - Potret Kehidupan ataukah Budaya

0 comments


 Beberapa minggu ke belakang pemberitaan media di kejutkan dengan pertikaian antara Adi bing Slamet vs Eyang subur yang dalam hal ini adalah mantan guru Spiritualnya sendiri..Yah..mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa disekitar kita masih banyak orang yang mempercayakan akidah ataupun keberuntungannya di asah melalui perantara sang Guru Spiritual.berikut sedikit banyak biografi yang konon merupakan Guru spiritual kalangan sebagian Artis.
Subur adalah bandar togel di Jombang sebelum hijrah ke Jakarta. Membangun toko jahit dengan pelanggan pertama para pelawak Srimulat. Dianggap sakti sejak rumahnya tak terbakar.
Jombang sejak lama dikenal sebagai basis kalangan santri. Di sana pula berdiri banyak pesantren yang cukup tua usianya. Namun siapa nyana, di tahun 1960-an, perjudian sempat marak di kota kecil di Jawa Timur (Jatim) tersebut. Judi merambah hingga sudut-sudut perkampungan. Salah satunya di Kampung Tugu Kepatihan, Gang IV, Kelurahan Kepanjen, Kota Jombang.
Di kampung itulah, sekitar 1965-an itu, terdapat seorang bandar judi yang cukup moncer. Namanya Subur. Nama itu belakangan menggegerkan jagat hiburan dan politik di tanah air. Bermula dari perseteruan antara Subur dengan seorang pesohor, Adi Bing Slamet. Adi menuding pria berusia 67 tahun itu sebagai dukun dan penyebar ajaran sesat.
Perseteruan itu sampai ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bahkan masuk Gedung Dewan DPR. Kebetulan, anggota DPR sedang membahas pasal santet dalam RUU KUHP.
Eyang Subur adalah anak pertama dari pasangan suami istri Matari dan Rubiah. Ia mempunyai dua adik perempuan, Sutik (62) dan Sutikah (59). Kedua orang tua Subur menghidupi anak-anaknya dari hasil berburuh tani.
Saat menjalani profesi sebagai bandar judi, Eyang Subur masih terbilang remaja. Ia baru saja lulus dari sebuah sekolah ekonomi di kampung halamannya itu. Subur mengundi judi togel yang dibandarinya dua kali dalam sepekan. “Jumlahnya sangat banyak saat itu,” kenang sohib Subur, Supri (62), saat ditemui majalah detik.
‘Bisnis’ itu dijalani Subur dengan lancar selama 5 tahun, meski kadang merugi. Nah, suatu hari, tutur Supri, ‘klien’ Subur berhasil menang besar. Subur pun kalang kabut membayarnya. Karena tak punya uang, ia memutuskan untuk kabur. “Dia sampai dikejar-kejar polisi,” ucap Supri.
Sekitar tahun 1970-an, Subur ‘terdampar’ di Jakarta. Namun, Sutik menampik kakaknya pergi ke Jakarta karena menjadi buron kasus perjudian. Subur merantau ke ibu kota untuk melanjutkan usaha jahitnya. Di Jombang, usaha kecil-kecilan yang digeluti Subur itu kurang laku. “Cak Subur ke Jakarta naik kereta. Keluarga sedih ditinggal,” ucap Sutik kepada majalah detik.
Di Jakarta, Eyang Subur memang sempat mendirikan toko jahit di Blok C, Slipi, Jakarta Barat (Jakbar). Toko bernama “Penjahit Antik Tailor” juga dipakai sebagai tempat tinggal Subur dengan para karyawannya. Subur banyak menerima orderan dari toko-toko baju di Pasar Blok M. Dari usaha jahit itu pula awal mula Subur bersinggungan dengan kalangan artis.
Tak jauh dari toko jahit Subur, persisnya di Jl. Anggrek Cendrawasih Raya No. 37, bermarkas grup lawak legendaris, Srimulat. Basecamp itu berbentuk rumah, yang disewa oleh almarhum pelawak Asmuni. Di situ pula Asmuni berjualan rujak cingur. Sedangkan, personel Srimulat lainnya
menyewa rumah di sekitar basecamp.
Tahun 1980-an Srimulat mencapai masa keemasan. Srimulat banyak memesan kostum untuk keperluan manggung dari Subur. Kostum itu bermacam-macam, mulai dari yang formal berupa jas, hingga yang unik. Contoh kostum unik itu antara lain kostum drakula yang dipakai Yongki.
“Jahitan Subur itu bagus, makanya pesan ke sana,” kata personel Srimulat, Nurbuat.
Tak sekadar urusan jahit-menjahit, Eyang Subur dekat dengan Srimulat karena faktor Slamet. Slamet adalah anggota Srimulat yang satu kampung halaman dengan Subur di Jombang. Kabarnya pula, bersama Slamet-lah Subur berangkat merantau ke Jakarta. Saking dekatnya, bila sedang mengantar jahitan, Subur ikut menimbrung membahas grup Srimulat.
Di lingkungan Srimulat, Eyang Subur dipanggil dengan sebutan “Cak”, panggilan pertemanan khas Jatim. Bila datang ke markas Srimulat, penampilan Subur selalu mengundang perhatian. “Pakaiannya paling necis,” kata mantan pembantu Asmuni, Samir.
Hubungan Eyang Subur dengan Srimulat tak berubah ketika ia pindah rumah ke Gang Beringin III, Pasar Patra, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakbar. Malah, beberapa personel Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Gogon, dan Tessy, balik berkunjung ke rumah tersebut. Tahun terus berjalan, pergaulan Subur dengan kalangan pekerja seni pun semakin luas. Artis-artis yang lebih junior dibanding Srimulat satu per satu berkenalan dengan Subur.
Mereka antara lain Adi, pelawak Bagito Grup, Unang, serta Septian Dwi Cahyo, seorang pantomimer. Sejak pindah ke Duri Kepa, Subur juga meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang jahit. Dekat dengan artis, ia pun menjajal pekerjaan baru sebagai sutradara film. Eyang Subur sempat mendirikan rumah produksi bernama Paisindo. Namun, film yang sempat dibuat tak pernah berhasil tayang.
“Kalau saya ngobrol dengan orang film, dia bilang nggak akan laku,” ucap Ujang, mantan pembantu Subur. Cerita yang berkembang kemudian menyebutkan, Subur menjadi pengorbit artis-artis yang datang kepadanya. Versi lainnya, Subur menjadi semacam konsultan atau guru spiritual para artis yang ingin sukses dalam kariernya.
Fenomena guru spiritual ini memang hal biasa di kalangan pekerja hiburan di Jakarta. Sebagai guru spiritual, karier Subur cukup moncer. Dalam sehari, pasien yang datang menurut Ujang mencapai 100-300 orang.
Namun karier guru spiritual Eyang Subur belakangan mendatangkan masalah. Adi menuding Subur sebagai dukun yang mengajarkan aliran sesat. Selama 17 tahun bersentuhan dengan Subur, ia diajari praktik-praktik yang menyimpang dari syariat Islam. Tak hanya itu, Adi mengungkap Eyang Subur mempunyai delapan istri.
Istri-istri itu, lanjut mantan penyanyi cilik itu, sebagian ‘dibajak’ dari artis yang berguru kepada Subur. Bahkan, istrinya sendiri, Nurjannah, pernah hendak diambil paksa oleh Subur. Adi berhasil melepaskan diri dari ‘pengaruh’ Subur baru sekitar tahun 2010. Adi mendapat dukungan dari banyak pihak, yang mengaku menjadi korban Subur. Salah satunya mantan murid Subur bernama Arya Wiguna.
Arya menyebutkan, Eyang Subur mempunyai pesugihan. Subur juga memiliki peliharaan makhluk halus berupa jin yang bersemayam di kristal-kristal di rumah Subur. Sejumlah sumber menyebut, Eyang Subur mulai dipandang sebagai orang yang punya ‘kelebihan’ pada tahun 1991. Saat itu, terjadi kebakaran hebat melanda kompleks Duri Kepa. Anehnya, rumah Subur tidak ikut dilahap si jago merah. “Saat itu dia mulai dianggap sakti,” kata Ujang.
Diundang dalam acara “(Bukan) Empat Mata” Trans7, Tarzan bercerita, dirinya sempat menjenguk Subur pasca-musibah kebakaran itu terjadi. Sejak saat itulah, seorang teman di Srimulat meminta agar Subur tak lagi dipanggil dengan sebutan “Cak”. “Tapi Eyang,” kata Tarzan. Tetangga Subur, Sholeh membenarkan hal itu. Subur juga meminta masyarakat sekitar memanggilnya Eyang.
Baca Juga: Lidya Kandou Cerai, Penyebab Lidya Kandou Cerai Belum Terungkap
Baca Juga: Belanja Iklan Politik di Jatim Mencapai 6 Triliun Tahun 2013
Baca Juga: Film Cloud Atlas, Kejeniusan Tiga Sutradara dalam Harmoni Fiksi dan Sains
Padahal, menurut Sholeh, rumah Eyang Subur bukan tak tersentuh api. Lantai satu dari rumah bertingkat itu terbakar. “Siang hari, karyawan  membersihkan abu dan mengecet kembali,” kata Sholeh. Subur dikabarkan pernah berguru kepada orang pintar di Parung, Bogor, Jawa Barat, bernama Lindun (73).
Namun, saat ditemui oleh majalah detik, Lindun menolak disebut sebagai guru Subur. Memang, kata dia, pada tahun 1970-an, Subur sering berkunjung ke rumahnya. Itu dilakukan Subur dalam rangka meminta pelaris usaha jahit. “Dia orangnya agak sombong, kalau dikasih ilmu bisa
bahaya,” ujar kakek penyandang tunanetra tersebut.
Eyang Subur sendiri membantah apa yang ditudingkan oleh Adi cs. Untuk meyakinkan, saat dikunjungi pada Rabu 20 Maret 2013 lalu, Subur memutar VCD yang berisi kegiatan buka puasanya bersama mantan Kapolda Metro Irjen Firman Gani. Ia juga menunjukkan salah satu sudut ruangannya yang dipenuhi sajadah dan mukena. “Semua yang dikatakan Adi itu bohong. Tulis di mediamu seperti itu,” ujar lelaki yang pipinya sudah mulai kempot tersebut.

sumber: (WAN /IYE/Majalah Detik/Detik.com )

Catatan Selengkapnya »

kumpulan Humor kang Ibing

5 comments
Catatan Selengkapnya »

Kapeurih diri

0 comments

tilu belas taun lilana urang ngalalakon ngabina saung Rumah tangga
nu dipiharep taya lian ngan saukur seja nyambungkeun duriat ngajajap bagja
dina sajeroning eta saung,kasusah jeung karudet di pecut ku tali kanyaah urang duaan
sangkan beresihna tali katresna teu udar tur pegat kabawa caah sagara

Ayeuna..anjeun ngadadak menta eta tali di pungkas ku ka ceuceb
dipeugatkeun ku kadengki nu taya  ujung pangkalna
anjeun leuwih milih ngalogoran tambang ka heman nu salila ieu dijieun panyangcang
anjeun maksa sangkan eta pamageuh ngalogoran panyangreudna

Didieu...nu nyesa ngan ukur si Jalu buah katresna urang duaan
nu teu weuleh imut lucu ku beresihna seuri hate manusa nu can kakiruhan dosa
ngan ukur ,manena nu jadi panyumanget panggeuing kalbu
sawatara anjeun .... geus panceg ngijing sila bengkok sinembah
bral 'nyi...ngan ukur beresihna pandurung du'a ti akang mah
mudah2an anjeun hibar dina ngalakonan sagara nu anyar

Anjeun...akang...
di teras saung Cinta nu geus karancang hambalanna

Catatan Selengkapnya »

Tukang LOAK SAWAH KURUNG

0 comments

Sagelas Kopiko Brown coffee istuning Pangjajap datangna Kuring ka eta Warung Sangu,gek kuring diuk dina Golodog POS nu aya gigireun eta Warung."Kamana wae atuh Bos..!!!"ceuk nu boga warung bari nyodorkeun sabangsaning gogorengan kanu Dadasar warung semu ngalelece kuring nu emang geus ampir 3 poe lilana teu nganjang ka warung alatan boga hanca Gawe."Hareuh,biasa we mang ngejar setoran,lumayan lah aya Cina totok nu masih keneh merlukeun jasa Kami ngabebenah tiung buruan lantai lantai luhur Tokona,kumaha wadia balad batur uink ngabako di ieu wewengkon kabarna?"tempas kuring bari murak eta gorengan."si Yopi  cikeneh indit neang nu manggil ka Hareup,asep Botol can katembong,tah lamun mang Dadi mah sakeudeung deui ge pasti ngurunyung da kamari ceunah kapapancenan borongan ngabongkar AC ti urang Muhamad Toha,tuh geuning panjang umur karek di omongkeun teh jalmana ngurunyung..!!"ceuk mang Atang nu boga warung bari nunjuk ka mang Dadi nu norojol bari ngaboseh Beca Loak nyampeurkeun Pos tempat kuring pancakaki jeung mang Atang tukang Warung Sangu.
 "Wah Juragan sarerea geuning tos sumping,mangga linggih 'gan mamanawian we aya oteng kanggo abdi nya ari karek manggul manggul wae mah sayah siap ngabantos hehe.."ledek kuring nu emang geus dalit jeung mang Dadi."sok ararisin akh ari di sebut juragan ku oBos teh sok asa ngadadak kambuh panyakit nyeri cangkeng!,kumaha Damang pangersa?"ceuk mang Dadi malik ngaledek kuring bari nyodorkeun dampal leungeun ngajak sungkem siga anak buah kanu jadi dunungan dina pilem pilem.

 Lalakon diluhur emang salah sahiji kagiatan Kuring nu emang geus ampir sababaraha bulan lilana betah ngareureuhkeun kacape rengse usaha ka eta tempat nu emang sok dijadikeun pangreureuhan oge ku Tukang Beca jeung  Tukang Loak keliling.
Memang sapintas euweuh nu aneh jeung pasti biasa biasa,tapi mun ceuk kuring mah aya nilai tersendiri kuring Gauil jeung maranehna,Kuring jadi bisa nyaho wireh di alam dunya ieu cara ngalakonan Hirup tiap jalma teh Rupa2 jeung beda2.
Kuring anu keur berusaha bangkit tina terpuruk masa katukang  saeutik gedena bisa ngeunteung deuleu maranehanna,kuring bisa ngupahan kapeurih jeung ngerem angan2 hate nu emang Mustahil sigana lamun kajadian katukang dimana kuring hirup hurip dina segi katenangan ambruk alatan Balangah ngalakonanna.

  Kuring ngarasa Salut kana Spirit Rahayat leutik siga maranehanna,nu teu Galideur kana kakawen dunya jaman ayeuna anu pinuh ku kahese jeung seuseutna nyumponan eusi beuteung kulawarga.Kuring nu ngamimitian deui Usaha jadi boga batur pakumaha padahal kuring jeung maranehna teu Hir teu Walahir,teu deungeun deungeun acan,wawuh ge kakara sababaraha bulan lilana,tapi asa geus jadi imah ka 2 we eta tempat.
Asa teu mungkin balad jeung baraya Kuring bisa narima kana kaayaan kuring ayeuna nu keur mipit propesi dihandap deui,padahal baheula sawaktu kuring Jugala,teu sirikna ampir tiap poe imah kuring pinuh ku jalma,aya nu ngajak Usaha mah,nu ngeleketek sangkan kuring daek babayar hutang maranehna mah,malah aya oge nu ngahaja leletak ngarah kuring daek barang bere kamaranehna.

  Duh,mang Dadi..mang Atang jeung saparakanca tukang Beca tur Tukang Loak Perumahan Sawah Kurung Raya,Hatur nuhun pisan euy!!,kuring jadi saeutik lobana Paham,yen biasana Jelema mah rek Bener teh sok ngalakukeun Salah heula,atuh sugan jeung sugan we eta peupeujeuh teh keuna kana nasib kuring.Kuring Yakin,hirup tenang jeung bagja mah lain materi nu mudal sajeuroning Imah,tapi nu ngaranna kateunangan mah bathin jeung kalakuan nu daek akur jeung sasama tanpa mandang kalangan mana,teu ka Menak teu ka Cacah istuning Rekep dengdek Papak Sarua.Kuring moal poho kana jasa jasa aranjeun anu geus nga gas deui semangat hirup ka manusa nu Loba kabelet,Bodo jeung daek di Olo ku batur.....!!!!
Catatan Selengkapnya »

D'kabayan IN Memoriam

2 comments


De Kabayan adalah salah satu grup lawak asal kota kembang yang terdiri atas 5 orang personil, yakni Aom Kusman, Kang Ibing, Suryana Fatah, Wawa Sofyan dan Mang Ujang. De'Kabayan muncul pertama kali pada kisaran tahun 1976, tepatnya setelah dibentuknya De'Kabayan saat Kang Ibing baru saja beres menggarap film Si Kabayan bersama Lenny Marlina (pemeran Nyi Iteung) dan Sofyan sharna (sang Sutradara) pada tahun 1975

Setiap personil memiliki ciri khas masing-masing dalam memerankan perannya. Kang Maman alias kang Ibing mewakili urang Sunda bersosok lugu, saking lugunya mampu membuat mangkel lawan bicara. Aom Kusman adalah sosok "playmaker", pengatur yang handal alur pembicaraan yang biasanya menjadi sosok paling 'waras' dalam setiap cerita, Suryana Fatah alias Koh Holiang adalah sosok etnis Tionghoa yang tak mau kalah, Wawa Sofyan alias mas Sastro menjadi kaum abangan Jawa yang sedikit pongah, terakhir ada Ujang lagi-lagi orang Sunda yang sekadar pelengkap dan pemberi umpan lucu.

Di era 80-an kaset lawak memang bukan barang yang langka. Selain TVRI dan berbagai pentas, eksistensi kelompok lawak banyak ditopang oleh penjualan kaset rekaman berupa lawakan dan lagu-lagu mereka. Selain De Kabayan ada Surya Grup, Warung Kopi (Warkop) Prambors, Jayakarta Grup, Pancaran Sinar Petromaks, hingga Sersan Prambors.
Aom Kusman. Begitulah Kita mengenal sosok beliau. Namun nama sebenarnya dari beliau adalah Kusman Karatanegara, panggilan Aom tersebut merupakan panggilan untuk anak bupati saat itu, dimana untuk laki-laki dipanggil 'aom' dan untuk perempuan dipanggil 'juag'. Alhasil terlahirlah nama Aom Kusman yang lebih populer dari pada Kusman Kartanegara (nama aslinya).

Aom merupakan pria kelahiran Sukabumi, 24 Juni 1946. Aom banyak menghabiskan masa kecilnya di Sukabumi, Waktu itu, sang ayah menjabat patih Sukabumi. Namun, menginjak bangku sekolah lanjutan, Aom tinggal di Kota Dodol Garut karena ayahnya menjadi bupati Garut.
Aom hijrah ke Bandung saat hendak menempuh kuliah di Jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran sekitar 1965. Alasan Aom mengambil jurusan tersebut karena Aom kecil pernah memiliki obsesi untuk dapat keliling dunia sebagai duta besar. Namun, obsesi tersebut redup karena terhasut bisikan teman yang mengatakan bahwa duta besar hanya mendapat gaji sebesar Rp. 50.000,- . Tapi siapa sangka, temannya itu malah terhitung sukses bekerja di Deplu.
Nama Aom Kusman terus melejit saat kemampuan Aom dalam berbicara menuntunnya ke bidang Master of Ceremony, hingga akhirnya tawaran ngemsi, melawak (saat tergabung dalam duet IBING-KUSMAN) hingga main film terus berdatangan. Dan popularitas Aom pun makin terdongkrat saat menjadi pembawa acara 'Hey.. Hey.. Siapa Dia...' di TVRI, yang merupakan stasiun televisin satu-satunya saat itu.

Mungkin sudah banyak yang tau tentang tokoh ini. yah..Kang Ibing memang salah satu tokoh sunda yang terkenal karena kesundaanya, namun siapa sangka bila nama Ibing ini bukanlah nama asli dari si akang ini.
Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, begitulah seharusnya agan2 kenal beliau. Kang Ibing lahir di Sumedang, pada tanggal 20 Juni 1946. selain sebagai pelawak sunda yang tergabung dalam group lawak De’ Kabayan bersama sama dengan Aom Kusman, Suryana Fatah, Wawan Sofyan dan Mang Ujang, Kang Ibing ini juga memiliki profesi sebagai bintang film, penyiar radio sekaligus penceramah.
Menurut cerita, asal usul nama Ibing alasannya adalah karena Kang Ibing yang pada saat itu penyiar radio Mara merupakan penggemar artis Bing Slamet. Kemudian diambilah kata “Bing” dan ditambah dengan huruf “I” agar tidak sama, sehingga menjadi “Ibing”. Sebagai pelengkapnya, digunakan kata “Kang” yang juga berfungsi sebagai panggilan terhadap orang yang lebih tua, khususnya di daerah Parahiyangan. Dengan demikian, jadilah panggilan “Kang Ibing” yang melekat dan lebih dikenal oleh masyarat Sunda khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya. Kebetulan juga, ia memang gemar pada gerakan ibing penca, jadi sangat sesuai menggunakan panggilan “Kang Ibing”. For Nyedot Dongeng Kang Ibing Waktu siaran.



Suryana Fatah (83), yang meninggal dunia di Bandung, Sabtu pekan lalu. Suryana, yang dalam komunitas lawak dikenal dengan panggilan Babah Holiang, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung akibat sakit stroke.
Asep Sumantara, putra keenam Suryana Fatah, yang bertandang ke Redaksi Kompas Bandung bersama putranya, Sagi, Senin (8/9) malam, mengatakan, ayahnya telah lama menderita penyakit darah tinggi kemudian stroke.
Babah Holiang kelahiran Leles Garut sangat dikenal oleh masyarakat lawak sejak dekade tahun 70-an sampai 80-an. Terakhir, Babah Holiang bergabung dalam grup lawak De Kabayan dengan anggotanya Kang Ibing, Aom Kusman, Ujang, dan Sofyan Hargono (almarhum).
Suryana, yang dalam setiap lawakan terampil berdialek Tionghoa itu, ternyata asli Leles Garut. Menurut Asep, banyak pihak terkecoh mengira bapak warga keturunan.

Dalam beberapa kali bertemu penggemar, ada yang memakai bahasa mandarin kepada ayahnya. "Sedikit pun bapak tidak tahu bahasa mandarin. Bapak asli Leles, Garut," kata Asep.
Sejak "pensiun" dari De Kabayan tahun 1994, aktivitas Babah Holiang adalah berdakwah pada sejumlah masjid dan kegiatan yang sifatnya religius di Kota Bandung. Sebelum bergabung dengan De Kabayan, Suryana terkenal dengan grup lawak 4S di mana bergabung dalam kelompok itu adalah Sup Yusuf.
Menurut Asep, ayahnya sangat merindukan salah seorang anak atau cucunya meneruskan tradisi lawak dalam keluarganya.
Akan tetapi, di antara sepuluh anak almarhum dan 25 cucu, hanya Nana Suryana Fatah (50) yang bisa mengikuti jejak Babah Holiang. Nana sering tampil dalam acara bintang tamu pada grup lawak Bagito, juga dengan dialek Tionghoa.
Di mata Asep, ayahnya adalah sosok lelaki tegas dan berwibawa, sikap itu jauh dari penampilan almarhum tatkala berada di panggung komedi.
Jenazah Suryana Fatah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Cikutra Bandung diikuti ratusan masyarakat dan tokoh lawak di Bandung antara lain Sup Yusuf dan Kang Ibing.(zal) -kutipan kompas-

Berikut kutipan Lawak d'KABAYAN (klik)
Catatan Selengkapnya »

Sejarah Band Boomerang

1 comments



Dalam lintasan sejarah musik di Indonesia, nama Boomerang, pada dekade tengah 90-an sampe akhir 90-an, termasuk salah band yang membubung tinggi. Nama ini nyaris bisa disejajarkan dengan Slank, di awal kariernya. Boomerang punya massa yang fanatik dan fans yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. Kaset-kasetnya selalu terjual di atas 100 ribu. Komunitas Boomers –sebutan fans Boomerang—menjadi salah satu fans yang punya organisasi rapi.

Band bernama Lost Angels yang beranggotakan John Paul Ivan (gitar), Inno Daon (vokal), Pet Agusty (dram) dan Hubert Henry (bas) merupakan cikal lahirnya Boomerang. Setahun setelah terbentuk, Roy Jeconiah masuk mengisi vokal menggantikan Inno Daon yang hengkang.
Setelah melakukan latihan bersama dan sering tampil di pentas-pentas musik Surabaya, mereka lalu mengikuti festival musik rock yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour, di penghujung tahun 1992.
Di ajang itu, Lost Angels berhasil masuk sepuluh besar dan lagu mereka yang berjudul No More direkam ke dalam album kompilasi 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia VII (’93). Berawal dari ajang itu, Lost Angels pun langsung dipercaya menjadi grup pembuka tur grup rock Gong 2000 di Sulawesi Selatan Juni-Juli 1993.
Menjelang merilis album perdana yang diproduseri oleh Log Zhelebour, Pet Agusty dikeluarkan dari formasi Lost Angels. Band ini sendiri kemudian mengganti nama menjadi Boomerang, 8 Mei 1994. Pengubahan nama dilakukan karena pada saat diambil keputusan tersebut mereka benar-benar ingin memulai segalanya dengan suasana yang baru. Nama Boomerang sendiri diambil dari salah satu judul lagu di album perdana mereka yang mampu melejitkan lagu Kasih dan No More.
Di tengah proses promosi album, para personel Boomerang melakukan audisi untuk dramer baru. Januari 1995, Farid Martin terpilih untuk memperkuat formasi Boomerang sebagai dramer baru dan langsung masuk studio menggarap album kedua yang berjudul Kontaminasi Otak. Dari album ini, melejit hits Bawalah Aku dan O-ya dan membawa mereka untuk tur promo di Pulau Jawa, Lombok, Sumatera dan Kalimantan.
Tanggal 15 Mei merupakan momen yang tak terlupakan bagi Boomerang. Di hadapan 20 ribu penonton yang memenuhi stadion Tambaksari, mereka dipercayakan menjadi band pembuka grup rock asal Amerika, Mr.Big. Untuk menunjang promosi even tersebut, Boomerang lalu mengeluarkan satu video klip baru berjudul Kehadiran.
Setelah merilis album Disharmoni dan album cover version, Segitiga, Boomerang lalu merilis dua album bertitel “the best”, yaitu Best Ballad dan Hard ‘n Heavy untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-lima.
Setelah itu, mereka bersanding dengan Jamrud dalam tur panjang sebanyak tujuh kota di Sumatera, September 1999. Perjalanan konser ini termasuk spektakuler, karena show di setiap kota menghabiskan dana produksi sebesar Rp.400 juta dan dipadati sekitar 3o ribu penonton di tiap kota.
Saat penggarapan album terbaru yang berjudul X’Travaganza, Log Zhelebour selaku promotor dan produser eksekutif memberikan kepercayaan dan fasilitas penuh pada kreativitas personel Boomerang. Tidak tanggung-tanggung, dari album ini, ada tujuh lagu yang ditampilkan dalam bentuk video klip. Lagu-lagu tersebut adalah Pelangi, Tragedi, Gadis Extravaganza, Kembali, Bungaku, Milik-Mu dan Psycho.
Tapi itu dulu. Usai ialbum terakhir tahun 2000, Boomerang mulai ‘berulah’ dengan memutuskan keluar dari manajemen Log Zhelebour. Alasannya karena ingin penyegaran. Repotnya, Log sendiri seperti ‘mengambangkan’ nasib Boomerang yang ingin pindah ke label lain. Alhasil selama 3 tahun, Boomerang terkatung-katung tak merilis album satupun. Mereka memang masih tampil di beberapa event musik, tapi sporadis saja.
Keputusan Boomerang itu bisa dibilang blunder. Sebelumnya, band ini sebenarnya termasuk kesayangan Log Zhelebour. Mereka digeber maksimal oleh promotor rock kawakan bertubuh tambun itu. Akhirnya mereka repot sendiri, meski terakhir mereka ditampung di Sony Music Indonesia dan merilis album baru, Terapi Visi.
Kelemahan mendasar lainnya adalah manajemen Boomerang yang sepertinya ‘berantakan’. Dulu mereka langsung dibawah manajemen Log, tinggal main saja. Tapi sekaranng, mereka harus mengemas manajemen sendiri yang solid. Ini yang tidak mereka punya atau paling tidak butuh pembuktian untuk berhasil.
Dari sisi teknis, Boomeran tidak bisa dibilang membawa pembaruan musikal yang revolusioner. Malah musiknya di album baru, itu-itu saja. Sebenarya mereka beruntung, di Sony musiknya dilepas tanpa edit dari dari label. Sayangnya, mereka kurang manfaatkan itu dengan maksimal. Misalnya minta pertimbangan dan mengadakan survey pasar. Rupanya mereka seperti ‘terjebak’ pada euforia masa lalu yang sukses.
Musikalitas Boomerang sudah makin jauh tertinggal. Dibandingkan dengan band-band rock yang berkibar seperti Slank, Jamrud, atau /riff misalnya, mereka lebih berani eksplore sound yang lebih modern. Boomerang masih kepatok di genre yang lama. Kalau ini dipertahankan, maaf, Boomerang akan turun derajat menjadi band menengah. Sayang kan?
Dari kacamata pengamat musik Bens Leo, kembalinya Boomerang merilis album membuktikan mereka tetap eksis sebagai band panggung khususnya di jalur musik rock. “Kelompok Boomerang itu sampai sekarang bisa bertahan karena mereka konsisten dengan musik yang mereka usung. Perjalanan karir Boomerang tentunya mengingatkan kita pada kelompok rock AKA dan SAS yang tetap konsisten dengan musik rock sehinga mereka bisa berjaya diblantika musik rock tanah air,”kata Bens pada TEMBANG.com.
Namun karakter musiknya dari album pertama hingga album kelima musik Boomerang tidak mengalami perubahan. “Musik Boomerang itu punya karakter tersendiri. Jadi wajar kalau penggemarnya juga banyak seperti Slank,”jelas pengamat musik ini.
Lepasnya mereka dari Logiss Records, perusahaan rekaman milik Log Zhelebour yang telah mengontrak mereka untuk lima album, menurut Bens itu sah-sah saja dilakukan oleh Boomerang.”Tapi perlu diingat, sebelum bergabung di Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) pada 2002, Boomerang harus berterimakasih dengan Log karena di beberapa album Boomerang, Log sebagai produser pernah membuatkan tujuh video klip Boomerang untuk promosi album.Itu kan luar biasa sekali untuk sebuah promosi album,”tambah Bens.
Alasan lain mengapa Boomerang melirik Sony Musik, menurut Bens karena Boomerang juga ingin melirik pasar kaset di wilayah Asean.”Dan itu hanya mereka dapatkan di Sony Musik, tapi kalau di Loggi Record belum tentu kesempatan itu mereka dapatkan,”ujar Bens.
Senada dengan Bens, pengamat musik Denni Sakrie mengatakan, “Saya kira dengan bergabungnya Boomerang di Sony Music jadi satu hal yang membanggakan. Sebelumnya musik rock kan sangat menembus Sony Music. Tapi setelah kelompok Edane sukses membuktikan musik rock mereka di pasar kaset tanah air, tentunya kesempatan yang sama juga akan dibuktikan oleh Boomerang kalau album mereka memang memiliki pasar,”kata Denni Sakri.
Diterimanya rock di Sony ternyata menurut Denni ada hubungannya dengan pihak Sony Music yang akan membuka satu ruang lagi untuk aliran musik rock .”Namanya Progresif Rock Sony (PRS),”jelas Denni.
Sementara untuk album Booemerang yang terbaru menurut Denni tetap konsisten dan kental dengan ciri khas musik rocknya. “Ciri itu yang membuat Boomerang tetap disukai oleh penggemaranya. Apalagi dengan kemampuan olah vocal dan aksi panggung Roy Jeconiah, penggemar Boomerang akan tetap konsisten dan tidak akan melirik band lain,”kata Denni.
Sementara Bagus, vokalis Netral mengaku salut dengan kekonsistenan anak-anak Boomerang yang sampai album terbaru tetap tidak berubah dan konsisten mengusung musik rock. Terlepas dari kekurangan yang ada, Boomerang memang mencoba tetap eksis.

http://sukandardwi.multiply.com/journal
Beberapa Hits Boomerang;

kisah yang Biru 
Haus dipadang Tandus 
Kisah Seorang Pramuria
Neraka Jahanam
Gadis Extravaganza
KehadiranMu
Catatan Selengkapnya »

Ensiklopedia Kurt Cobain

0 comments
Kurt Donald Cobain (20 Februari 1967 – ± 5 April 1994) adalah penyanyi, penulis lagu dan gitaris dalam band grunge dari Seattle, Nirvana. Dengan sukses band ini, Cobain menjadi selebriti nasional dan internasional, suatu posisi yang disandangnya dengan berat hati.
Pada 1991, melejitnya lagu Cobain yang paling terkenal, Smells Like Teen Spirit, menandai bermulanya perubahan besar dalam musik pop dari jenis musik yang populer di tahun 1980-an seperti glam metal, arena rock, dan dance-pop, kepada grunge dan alternative rock.
Selain itu lagu-lagu tulisan Cobain lainnya misalnya About a Girl, Come as You Are, In Bloom, Lithium, Heart-Shaped Box, All Apologies, dan Rape Me.
Cobain menikah dengan Courtney Love pada 24 Februari 1992 di Waikiki, Hawaii. Pada 18 Agustus, 1992, Frances Bean Cobain dilahirkan.
Pada 1 Maret 1994, setelah konser di München, Jerman, Cobain didiagnosa dengan bronchitis dan laryngitis yang parah. Ia diterbangkan ke Roma hari berikutnya untuk menjalani pengobatan, dan istrinya bergabung pada 3 Maret.
Pagi berikutnya, Love bangun dan menemukan Cobain sudah overdose dengan paduan dari champagne dan Rohypnol. Ia dilarikan ke rumah sakit dan setelah lima hari di sana diperbolehkan pulang. Karena masalah drugs ini, Cobain dimasukkan ke panti rehabilitasi pada tanggal 30 Maret. Pada malam 1 April, Cobain keluar untuk merokok dan kemudian kabur dari panti tersebut dengan memanjat pagar. Ia kemudian pergi ke Seattle dan menghilang.
Pada tanggal 3 April, Love menghubungi seorang private investigator, Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Cobain. Pada tanggal 8 April 1994, jenazah Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith. Otopsi kemudian memperkirakan Cobain tewas pada 5 April 1994.
Sebuah surat bunuh diri ditemukan di saku jaketnya. Dalam suratnya itu Ia menulis;
"Karena ditulis oleh seorang tolol kelas berat yang jelas-jelas lebih pantas menjadi seorang pengeluh yang lemah dan kekanak-kanakan. Surat ini seharusnya mudah dimengerti. Semua peringatan dari pelajaran-pelajaran punk rock selama bertahun-tahun. Setelah perkenalan pertamaku dengan, mungkin bisa dibilang, nilai-nilai yang terikat dengan kebebasan dan keberadaan komunitas kita ternyata terbukti sangat tepat. Sudah terlalu lama aku tidak lagi merasakan kesenangan dalam mendengarkan dan juga menciptakan lagu sama halnya seperti ketika aku membaca dan menulis. Tak bisa dilukiskan lagi betapa merasa bersalahnya aku atas hal-hal tersebut. Contohnya, sewaktu kita bersiap berada di belakang panggung dan lampu-lampu mulai dipadamkan dan penonton mulai berteriak histeris, hal itu tidak mempengaruhiku, layaknya Freddie Mercury, yang tampaknya menyukai, menikmati cinta dan pemujaan penonton. Sesuatu yang membuatku benar-benar kagum dan iri. Masalahnya, aku tak bisa membohongi kalian. semuanya saja. Itu tidak adil bagiku ataupun kalian. Kejahatan terbesar yang pernah kulakukan adalah menipu kalian dengan memalsukan kenyataan dan berpura-pura bahwa aku 100 persen menikmati saat-saat diatas panggung. Kadang aku merasa bahwa aku harus dipaksa untuk naik ke panggung. Dan aku sudah mencoba sekuat tenaga untuk menghargai paksaan itu, sungguh, Tuhan percayalah kalau aku sungguh-sungguh melakukan itu, tapi ternyata itu tidak cukup. Aku menerima kenyataan bahwa aku dan kami telah mempengaruhi dan menghibur banyak orang. Tapi, aku hanya seorang narsis yang hanya menghargai sesuatu jika sesuatu itu sudah tidak ada lagi. Aku terlalu peka. Aku butuh sedikit rasa untuk bisa merasakan kembali kesenangan yang kupunya ketika kecil. Dalam tiga tur terakhir kami, aku mempunyai penghargaan yang lebih baik terhadap orang-orang. Saking cintanya itu membuatku merasa sangat sedih. Aku adalah Jesus man, seorang pisces yang lemah, peka, tidak tahu terima kasih, dan sedih. Kenapa kamu nggak menikmatinya saja? Nggak tahu. Aku punya istri yang bagaikan dewi yang berkeringat ambisi dan empati dan seorang putri yang mengingatkanku akan diriku sendiri di masa lalu. Penuh cinta dan selalu gembira, mencium siapa saja yang dia ditemui karena menurutnya semua orang baik dan tidak akan menyakitinya. Itu membuatku ketakutan sampai-sampai aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa membayangkan Frances tumbuh menjadi roker busuk yang suka menghancurkan diri sendiri dan menyedihkan seperti aku sekarang. Aku bisa menerimanya dengan baik, sangat baik, dan aku bersyukur, tapi aku telah mulai membenci semua orang sejak aku berumur tujuh tahun. Hanya karena mereka terlihat begitu mudah bergaul, dan berempati. Empati! kupikir itu disebabkan karena cinta dan perasaanku yang terlalu besar pada orang-orang. Dari dasar perut mualku yang serasa terbakar, aku ucapkan terima kasih atas surat dan perhatian kalian selama ini. Aku hanyalah seorang anak yang angin-anginan dan plin-plan! Sudah tidak ada semangat yang tersisa dalam diriku. Jadi ingatlah, lebih baik terbakar habis, daripada memudar".
Kurt Cobain tetap diingat dan memberikan inspirasi kepada para fans setianya, pada 13 Mei 2010 - 6 September 2010, Seattle Art Museum menggelar pameran bertemakan "Kurt" untuk memberikan penghormatan.(diambil Dari WikiPedia )

Beberapa Hits Kurt Coabin(NIRVANA)
Catatan Selengkapnya »

Perjalanan grup Legendaris Led Zeppelin

0 comments


Band yang penuh kontroversi dengan drug, sex & rock n` roll telah menjadi bagian besar dalam sejarah musik rock n` roll, mungkin Led Zeppelin lah yang menjadi pengisi monumental link antara rockabilly sexual Elvis Presley di 1950-an, sweet rockn` roll nya The Beatles di tahun 1960-an, Gemerlapnya glamour rock di tahun 1980-an. Led Zeppelin menjadi penyambung sejarah gelombang besar Rock n` Roll pada era 1970-an.

Berikut adalah tulisan berseri yang akan mengulas perjalanan super grup rock terdahsyat sepanjang perjalanan karir pemusikk dunia yang dielu-elukan sekaligus dicaci-maki pers dan penggemarnya di belahan jagad manapun. Perjalanan penuh gejolak dari awal berdiri hingga akhir masa keemasan yang masih saja memesona para pengemarnya. Inilah perjalanan band urakan legendaris kaliber dunia: Led Zeppelin.

Kebangkitan Zeppelin

Terbentuknya Led Zeppelin bermula dari inisiatif Peter Grant- manajer LZ- untuk membangun band baru karena kegagalan band terdahulunya yang dia kelola yaitu Yardbird. Saat itu Jimmy Page, gitaris utama Led Zeppelin, memulai awal karir musik bersama The Kings, The Who, The Pretty Things, Herman`s Hermet & Donovan. Kemudian menggabungkan diri dalam Yardbirds sebuah band legendaries pada akhir 1960-an yang dimotori Page & Jeff Beck serta Eric Clapton dan dimanageri Peter Grant yang kemudian menjadi manajer Led Zeppelin.

Tahun 1967 merupakan Masa krisis Yardbirds akibat tempramen Jeff Beck yang sulit dikendalikan hingga akhirnya setahun kemudianYardbirds resmi bubar.dan menjadi momentum pembentukan band baru.

Pada masa yang sama, John Bonham, pemain drum kontrovesial dengan hentakan kerasnya, dan kerap diusir dari bar karena menabuh terlalu bising, mulai didekati manager Led Zeppelin. Meski agak susah mendekati Bonham, toh setelah lebih dari 40 telegram dikirimkan Page dan Plant baru kemudian Jonh Bonham memberi jawaban atas tawaran Zeppelin. Sebelum bergabung dengan Zeppelin, John Bonham pernah melalnglang buana bersama Terry & the Spiders, A Way of Life, Crawling King juga manggung barengan bersama Robert Plant.

Kedekatan Plant dengan penggebug drum Bonham tak urung menjadi daya tarik pengemar band legendaris Led Zeppelin. Gebungan drum Bonham dan lengkingan Robert Plant bukan saja menyihir para penggemarnya di hampir sebagian besar belahan dunia yang pernah disinggahinya. Termasuk ketika Led Zeppelin manggung di Stadion Istora Senayan, Jakarta di tahun 1970-an.

Meski karir Robert Plant sebagai seorang vokalis hingga kini tak tertandingi, toh perangainya sebagai super-star termasuk musisi yang gemar menenggak minuman beralkohol dan penikmat sex bebas. Kesenangan Plant gonta-ganti perempuan bukan tanpa alasan. Sebelum bergabung dengan Led Zeppelin, Plant memang dibesarkan dalam keluarga broken dan bergaul dengan sesame pemusik dalam sebuah tempat les musik dimana para pangajarnya lebih mementingkan alkholol dan wanita dibanding mendidik para muridnya.

Pilihan Peter Grant, manajer kondang Yardbird, ternyata tak keliru menggabungkan sang vokalis dengan ciri khas lengkingan suara Robert Plant dengan Jimmy Page, Jonh Bonham dan John Paul Jones dalam formasi baru bernama Led Zeppelin. Hanya dalam hitungan tiga puluh menit mereka telah menjadi tim yang solid untuk sebuah band cadas dan masyur hingga kini.

Kontrak awal ditandatangi antara manager Zeppelin dengan Atlantic Records dengan album perdana bertajuk Led Zeppelin I dan membuat decak kagum para pengamat musik rock. Tidak seperti biasanya, manager Zeppelin pun mengeber aksi promo secara besar-besaran se antero Inggris Raya. Tak pelak aksi promo heboh tersebut mengundang cacian dan kritik tajam dari majalah terkenal Rolling Stone saat itu. Inilah awal perseteruan panjang Led Zeppelin dengan majalah Rolling Stone yang didukung pers Inggris Raya.

Meski demikian ada pula pujian yang dialamatkan ke pihak Led Zeppelin. ”Saya tak peduli dengan caci-makian pers dan pengamat musik. Saya kira mereka belum tahu siapa kami. Biar massa yang menilai apakah Zeppelin tetap disenangi atau dicaci-maki,” ujar Robert Plant cuek-bebek.

Setelah rekaman perdana Zeppelin diburu orang sejagad, pada tahun yang sama, 1969, Led Zeppelin tak menyia-nyiakan kesempatan emas meroketkan namanya dengan merelis dua album sekaligus. Kali ini Jimmy Page sendiri memproduseri rekaman yang mayoritas lagu-lagunya berorientasi blues pada 12 Januari 1969. Kemudian album kedua kembali Zeppelin menyuguhkan lagu-lagu bernuansa rock n’roll diluncurkan pada 22 Oktober.

Setelah menyadari diri grup bandnya bakalan masyur seantero dunia, Led Zeppelin berkemas-kemas melakukan konser di Inggris dan Amerika yang dijadwal akan manggung sebanyak 139 kali di dua negara besar itu pada tahun 1969. Inilah awal dari sebuah pertunjukan yang hingga kini mencitrakan icon paling kontroversi; konser rock sama saja dengan suara berisik, rusuh, ugal-ugalan, sex dan rock ‘n roll yang mengundang banyak sensasi.

Citra konser rock idem ditto dengan sex bebas, hingga kini masih melekat di benak para orang-orang tua conservative nan kolot. Pandangan seperti itu sah saja. Apalagi dalam setiap tur konser yang pernah dilakoni Led Zeppelin, eksperimen gila-gilaan sex secara vulgar dipertontonkan dengan gambling di layar tancap. Bayangkan, seorang tour manager Ricard Cole, dalam pertunjukan tur konser Zeppelin mempertontonkan adegan panas dan tidak sepantasnya dilakukan Cole yaitu memasukkan ikan hidup ke dalam –maaf—alat vagina pramugari yang kepencut dengan penampilan Zeppelin!

Kejadian itulah yang menyebabkan perang terbuka antara pers versus Led Zeppelin semakin tajam. Perilaku ugal-ugalan yang selalu terjadi ketika Zeppelin melakukan konser di setiap tempat membuat para pemburu berita muak dengan penampilannya. Pemberitaan pers pun semakin membuat Zeppelin tersudut. Apalagi perilaku Bonham yang acap ringan tangan melakukan pemukulan pada wartawati, dan di kesempatan lain ia tak segan-segan meludahi wartawan.

Inilah awal icon tak sedap terhadap setiap konser musik rock hingga kini. Ketika sebuah grup band rock akan manggung, di situlah telah tertancap stigma: urakan, sex bebas dan madat! Padahal, idealnya, konser rock dipersembahkan bukan untuk itu. Persoalannya, hingga kini, dapakah para musisi rock mampu membendung tudingan negative terhadap penampilan mereka.

(Dari Berbagai Sumber.)

Beberapa Hits Led jeppelin
Catatan Selengkapnya »

Biografi Deddy Stanzah

1 comments

The Rollies merupakan grup musik yang dibentuk sebagai bagian dari pemberontakan anak-anak muda di era tahun ‘70-an. Dibentuk di Bandung tahun 1967, yang dibidani Deddy Stanzah, vokalis dan pemain bas, dengan band Delimas yang diperkuat Delly Joko Arifin (vokal, keyboard), Iskandar (gitar), dan Iwan Krisnawan (drum), serta belakangan Bangun Sugito atau Gito Rollies ikut bergabung.

ROLLIES adalah grup kebanggaan kota kembang Bandung tahun 1967 hingga awal 1990 disamping grup-grup lain semisal Giant Step, Freedom of Rhapsodia, Superkid, Shark Move, Bimbo, Paramors, Harry Roesli and His Gang, GBrill, 23761, dan One Dee and Lady Faces.

Otak dari Rollies sebenarnya adalah Deddy Sutansa (kemudian menjadi Stanzah). Seorang pemetik gitar, bas, dan juga penyanyi yang karismatis pada zamannya. Dalam sebuah penampilannya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Deddy tampil sendirian dan hanya gitar menemaninya.

Begitu terdengar langkahnya di panggung yang masih gelap, penonton sudah bersorak menyambut. Sayangnya, Iwan dan Deddy yang terus dicengkeram narkoba semakin sering datang terlambat di waktu latihan maupun pertunjukan. Karena ketidakdisiplinan ini, keduanya dipersilakan meninggalkan Rollies Sejak tidak aktif dalam The Rollies tahun 1977 (ia bergabung tahun 1967).

Deddy bermain dengan sejumlah group band lainnya. Sebut saja, Super Kid bersama Jelly Tobing dan Deddy Dores yang menghasilkan tembang rock Gadis Manis Bergelang Emas.

Ia menjalani kehidupan keras sejak berusia belasan tahun. Selepas SLTA di SMA Negeri VI Bandung, menurut Delly, teman se-angkatannya di The Rollies, Deddy memilih bermain musik. The Rollies, grup asal Bandung melambungkan nama Deddy Stanzah sebagai pemain bass.

Dari group band inilah terukir sejumlah lagu yang mengentak telinga dan kalbu penggemarnya, seperti Hanya Bila Haus di Padang Tandus, Bimbi, dan Hari-hari. Sebuah lagunya, Kemarau, mendapat penghargaan Kalpataru dari Menteri KLH Emil Salim.

Memasuki abadi ke-21, Rollies kehilangan sekaligus tiga anggotanya, yakni Deddy Stanzah yang tutup usia tahun 2001, Delly (2002), dan Bonnie (2003).

Deddy Stanzah, salah seorang personel The Rollies kelahiran Bandung 14 April 1949, Senin sekitar pukul 23.00 meninggal di rumahnya di kawasan Cikaso Selatan, Bandung. Ia mengembuskan napas terakhir di pelukan sang istri, Isye Larisdia (37), dan kedua anaknya, Ega Pintu Dana (14) dan Putri Mentari (8).

Selama delapan bulan, Deddy didera penyakit jantung dan paru-paru basah. Menurut Isye, enam bulan lalu suaminya sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu. Deddy tidak tahan, dan keluar dari rumah sakit. Sambil berobat jalan, Deddy tetap bermain musik dan mengurus peredaran album terakhirnya “Lukisan Setan” yang sudah dirilis sejak tahun 1993.

“Bapak akan senang jika album barunya itu bisa diedarkan,” kata Ega, putra sulung Deddy.

Sumber : Last FM Musik


Klik Disini Untuk mendengar Tembang Lawas Deddy Stanzah
Catatan Selengkapnya »

Biografi Mel Shandy

2 comments

Mengawali karir sebagai penyanyi rock sejak usia belasan tahun, The Living Legend ini memang kerap mengikuti ajang festival. Diantaranya pernah menggondol juara Lady Rockers se-Jabar (1986).Bersama grup Rons Adam, Mel duet dengan Lady Avisha sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia IV (1987), tapi kandas di semi final. Tapi sosok penyanyi bertubuh mungil ini menarik perhatian Log Zhelebour, yang kemudian mengajak rekaman, dan melahirkan album Biangala (1989). Sebelumnya Mel sudah bikin album berjudul Gacoan(1986).
Baru di album Bianglala garapan Jockie Soeryoprayogo, dengan hits -nya Bianglala dan Ulah Tuan dan Nona, nama Mel Shandy langsung mengorbit dideretan lady rockers papan atas, macam Nicky Astria, Anggun C Sasmi, dan Ita Purnamasari. Album ini sekaligus menandai awal perjalanan Mel sebagai lady rockers ke puncak popularitas.
Dalam kiprahnya di musik, penyanyi kelahiran Bandung, 26 September 1971, bernama Melinda Susilarini ini tergolong konsisten menggeluti jalur rock. Selain lantang meneriakan lagu-lagu rock, Mel juga dikenal sebagai qoriah. Dan nama Mel Shandy sempat menjadi satu-satunya lady rockers andalan Logiss Records. Setelah merilis album Komar (1999) Di bawah bendera Logiss Records, Mel sudah melahirkan sejumlah album dan single, yang musiknya ditangani Jockie S, Teddy Sujaya, dan Azis MS. Albumnya antara lain: Bianglala, Nyanyian Badai, Biang Keladi, Ngeri (bersama Metal Boyz), dan Komar (1999). Sedang single -nya,Halusinasi, Takdir, Angin Malam, Nyanyian Janji, Gejolak Hati. dan sekarang Mel Shandy bersama Sexy Rock Asal Surabaya, yang notabene Para personilnya adalah ex-Power Metal, Mereka Kembali hadir di Pentas Musik Rock Indonesia, Semoga Memberi Warna Baru dan Inspirasi baru bagi Musik Rock Tanah Air, Amiin. mel_shandy_zz
Oto Biografi 1986 Juara 1 Festival Lady Rockers se Bandung Raya 1987 Juara 1 Festival Lady Rockers se Jawa Barat (Wkl Jabar ikut Fes LOG ZHELEBOUR di SBY) 1987 Juara 1 Festival Band Bandung Garut.
Album Rekaman: 1989 : Album Bianglala (Masuk nominasi BASF AWARD kategori Pop Rock) Arranger: Jockie Suryoprayogo, Cipt Areng Widodo Dapat penghargaan Penyanyi Pendatang Baru Terbaik versi Piala Monitron 1990 : Album HALUSINASI Cipt & Arr: Jockie Suryoprayogo 1990 : Single Albm ‘ISABELA’ 1991 : Single Albm ‘SESAL’ (Festival Lagu Populer Indonesia) Cipt. Tarto Saputro 1992 : Singla Albm ‘ANGIN MALAM’ Cipt. Teddy Sudjaya & Tantowy, Arr. Teddy Sudjaya 1992 : album ‘NYANYIAN BADAI’ Cipt. Doddy Koswara & Jocki S , Arr. Jockie Suryoprayogo 1992 : Single Album ‘BIANG KELADI’ Cipt & Arr. Areng Widodo 1993 : Album ‘NGERI’ Cipt. Didith Shaksana (METAL BOYZ) 1994 : Single Album ‘ TAKDIR’ Cipt+Arr. Areng Widodo 1994 : Single Albm The Best Slow Hits ‘GEJOLAK HATI’ Arr. Jockie Suryoprayogo 1995 : Albm The Best New Hits’95 (18 Greatest Hits Of MEL SHANDY) 1996 : Album ‘NYANYIAN JANJI’ Cipt. Remy Soetansyah & Jockie S, Arr. Jockie Suryoprayogo 1997 : Album ‘APA SALAHKU’ Cipt. Teddy Sudjaya, Pamungkas NS. 1998 : Single Album (Special Wedding Log Zhelebour & Novi Antasari) “BAHAGIA SELAMANYA” Cipt + Arr. Jockie Suryoprayogoy 1999 : Album 20 Best of 1988-1999 (NYANYIAN PAGI) 1999 : Album ‘KOMAR’ Cipt & Arr. Azis JAMBRUD 1994 : Albm Single ‘PUSARA IBU’ (Album Kalam Kalbuku ‘Symphoni Peneguh Iman) 8FR3 Production, Prod PT. Irama Tara.
SOUNDTRACK FILM: Soundtrack Film : – Film ‘SESAL’ Lagu ‘TAK AKAN ADA SESAL’ Cipt+Arr. Areng Widodo Film ‘RATAPAN ANAK TIRI 3′ Lagu ‘GERHANA HATI’ Cipt+Arr. Areng Widodo Film ‘ZIGZAG’ Lagu ‘TERBUANG’ Cipt+Arr. Areng Widodo Sinetron : 1990 Pemeran Utama di Sinetron Ramadhan SCTV (Esa Production) 1994 Pemeran pembantu di Sinetron ‘BADAI DALAM RUMAH’ di RCTI (Esa Production)
Konser Luar Negri : 2005 Acr HUT RI di HONGKONG, menghibur 25000 TKI di VICTORIA PARK HK 21-31 Okt 2009 Konser bareng ‘KI AGEUNG GANJUR’ Pimp. Al Zastrow Artis Perform: Mel Shandy, Andi Rif, Evi Tamala, & Niken KDI di Qatar : – Menghibur 60 Para Duta Besar dari berbagai Negara2 di Dunia - Menghibur TKI di Halaman KBRI Qatar Menghibur TKI di DOHA Qatar sekaligus penggalangan dana Tsunami Aceh. di DUBAI : – Menghibur TKI & Masyarakat Dubai di Disneyland 19-22 Des 2009 Acr Penggalangan Dana Anak Yatim Piatu, atas Undangan Organisasi TKI di HK

Sumber : Wikipedia

Hits2 Lagu Mel Shandy 

klik Disini
Catatan Selengkapnya »