Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts

Kuhapus Jejak-mu

1 comments


Bila aku mengingat mu
Pecah rasa teduh bumi ku
Bila aku membaca serangkai rasa mu
Belah pula patah tali darah ibu ku
Maka aku memilih menghapus engkau
Membenamkan semua kisah tentang mu
Merobek rindu pula harap ku
Biar tenang asa mu menderu satu tubuh itu
Sungguh aku tidak meminta hidup mu
Tidak pula memaksa mu
Untuk menuju pintu jiwa ku
Namun singkirkanlah nama ku dalam semua bait mu
Biarkan aku tenang tanpa harus mengenang mu
Biarkan aku bernafas tanpa mengingat fajar itu
Bukan saja kau yang punya hati juga kalbu
Namun aku jua punya itu
Walau itu dimata mu hanya nampak sebidang semu
Karna ku tahu....
Ada ku hanya lubang hampa ditengah waktu kau berkelana rindu
Maka kuhargai kepergian mu
Yang atas angkuh mu, kau benturkan kami pada satu darah Ibu...

-Ohím_†umαяí†íz-
(sukma patih)
Catatan Selengkapnya »

KUMPULAN PUISI KAHLIL GIBRAN

2 comments






(Dari 'The Forerunner) 

Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering
Menghujam paruhnya ke dalam bangkai yg sama
Dan berdamai - di antara satu sama lain,
Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya
mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
akan maruah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku,
Biarkan aku mati dan binasa,
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi,
Dan mangkuk yang tidak kau berkati.


JATUH CINTA PADAMU

Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu


PANDANGAN PERTAMA

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari
yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan
memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.

Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju syurga dan bumi.
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"



NYANYIAN SUKMA ( Song of the Soul )

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Karena aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya, Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkirkan oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan, Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesadaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan 'Kain' atau 'Esau' manakah yang mampu membawakannya berkumandang? Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya? Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian? Siapa berani memecah sunyi dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?

Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?


CINTA YANG AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari…
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…

Catatan Selengkapnya »

Goresan keHampaan

0 comments


















Kubangun sebuah Rumah...
Dari balok2 harapan dan Kasih Sayang
Serta Sisa Cinta dan Ketenangan
Entah yang mana lagi kemudian kan Pergi
tanpa sudi mengenang siapa Aku.....

Hanya dinding atap yang pecah
yang selalu kujadikan penghujung Dunia..
lontaran kesyahduan masa Silam
yang semakin meremang dan Buram
sayatannya terus bergelanyut torehkan sebilah luka..
membuatku beku tinggalkan Azab nan Fana..

akh.....
Lekas...lekas...Kita harus pergi esok..
Menjemput kegetiran nan Kusam......


Tumaritiz.


Catatan Selengkapnya »

Pantaskah ini disebut SUFI...??

0 comments















Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai


Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
Bagi-Mu pujian untuk semua itu


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu


Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku


Aku mengabdi kepada Tuhan
bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku pada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
yang abadi padaku


Alangkah buruknya,
Orang yang menyembah Allah
Lantaran mengharap surga
Dan ingin diselamatkan dari api neraka
Seandainya surga dan neraka tak ada
Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?
Aku menyembah Allah
Lantaran mengharap ridha-Nya
Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya
Sudah cukup menggerakkan hatiku
Untuk menyembah-Mu


Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu


Andai cintaku
Di sisimu sesuai dengan apa
Yang kulihat dalam mimpi
Berarti umurku telah terlewati
Tanpa sedikit pun memberi makna


Tuhan, semua yang aku dengar
di alam raya ini, dari ciptaan-Mu
Kicauan burung, desiran dedaunan
Gemericik air pancuran
Senandung burung tekukur
Sepoian angin, gelegar guruh
Dan kilat yang berkejaran
Kini
Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu
dan
Sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu


Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang
Atau karena jauh di jalan yang ‘kan kutempuh
Apakah Engkau akan membakarku
O, tujuan hidupku
Di mana lagi tumpuan harapanku pada-Mu
Kepada siapa lagi aku mengadu?


Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki


Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala
yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku
Ya, Ya Allah
O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku


Ya Allah
Aku berlindung pada Engkau
Dari hal-hal yang memalingkan aku dari Engkau
Dan dari setiap hambatan
Yang akan menghalangi Engkau
Dari aku

Ya Illahi Rabbi
Malam telah berlalu
Dan siang datang menghampiri
Oh andaikan malam selalu datang
Tentu aku akan bahagia
Demi keagungan-Mu
Walau Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu
Aku akan tetap menanti di depannya
Karena hatiku telah terpaut pada-Mu


Tuhanku
Tenggelamkan diriku ke dalam lautan
Keikhlasan mencintai-M
Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkanku
Selain berdzikir kepada-Mu

(Sumber; Syair2 Sufi)
Catatan Selengkapnya »

Kapeurih diri

0 comments

tilu belas taun lilana urang ngalalakon ngabina saung Rumah tangga
nu dipiharep taya lian ngan saukur seja nyambungkeun duriat ngajajap bagja
dina sajeroning eta saung,kasusah jeung karudet di pecut ku tali kanyaah urang duaan
sangkan beresihna tali katresna teu udar tur pegat kabawa caah sagara

Ayeuna..anjeun ngadadak menta eta tali di pungkas ku ka ceuceb
dipeugatkeun ku kadengki nu taya  ujung pangkalna
anjeun leuwih milih ngalogoran tambang ka heman nu salila ieu dijieun panyangcang
anjeun maksa sangkan eta pamageuh ngalogoran panyangreudna

Didieu...nu nyesa ngan ukur si Jalu buah katresna urang duaan
nu teu weuleh imut lucu ku beresihna seuri hate manusa nu can kakiruhan dosa
ngan ukur ,manena nu jadi panyumanget panggeuing kalbu
sawatara anjeun .... geus panceg ngijing sila bengkok sinembah
bral 'nyi...ngan ukur beresihna pandurung du'a ti akang mah
mudah2an anjeun hibar dina ngalakonan sagara nu anyar

Anjeun...akang...
di teras saung Cinta nu geus karancang hambalanna

Catatan Selengkapnya »

Kanggo pun Ema

0 comments

duh...Ema..
Di sajeuroning ngeucrekna hujan nu marengan poekna peuting
Aya sora anu jentre dina ieu Hape

Sujang…
Syukur ari calageur mah
Eta nu dipenta ku ema beurang jeung peuting

Sujang….
Syukur ari aya dina keberkahan mah
Eta nu dipenta ku ema beurang jeng peuting

Sujang…
Syukur ari aya dina rohmat-Na
Ema ngarasa bagja

Sujang…
Hampura ema tina sagala kasalahan
Maklum sikep kolot ka anak
Ema hayang bebas tina sagala dosa ka anak

Sujang...
Sakali deui,ema menta dihampura
Du'akeun ema sing sehat sing kuat nepi ka tutup ajal

Duh..
Ema… sawangsulna Ujang nu kedah dihampunten ku salira
Ujang tos nyesahkan ti lahir dugi ka ayeuna
Ujang teu malire,Ujang joledar kanu jadi indung

Duh…
Ema… indung Ujang, hampunten Ujang tina sagala kelepatan
Rumaos  Ujang  janten anak anu tos ngaraheutkeun manah
Nagiweurkeun emutan

Duh…
Ema… keclakna cipanon  Ujang  nu murudul lir ibarat dosa  Ujang  ka ema…
Hapunten  Ujang …

Duh ...Ema..
Mugia Salira seja ngiklaskeun tiap tetes cai Susu
Nu ngalir dina ieu Awak Ujang

Ayeuna ...
Ujang teu weuleh rikip ku Kamelang
upami ngemutan kana bebendon Salira..

Ya Alloh pangersana Gusti..
Mugia Anjeun nyaangan kiruhna bathin Diri..
kanggo tumut kana temah Wadi..
keur papaes mulang tarima kanu jadi Tunggulna Rahayu.....pun Ema...




Catatan Selengkapnya »

Puisi Kerinduan

0 comments






Kerudung Putih

Dibalik Kerudung Putih....
pancaran kesyahduan maknai garis Auramu..
Mungkin hanya melalui goresan syair murahan inilah ku berani tuangkan b'ribu angan...
Karena masih minim nian k'beranian tuk hadapi cercaan orang2..

Dibalik Kerudung Putih....
kau pintal hasrat2 tanpa harap...
tentang kasih sayang...perhatian...serta rasa kekhawatiran..
tanpa embel embel sipat ke angkuhan...

Dibalik Kerudung putih...
Akankah tiap angan2 yx kau khayalkan tergolek raga ku yx terbujur kaku..
mnanti sribu hasrat yx tak kunjung tejawab....
Penantian yx slalu hiasi naungan kehampaanAkhh....
ku bosan dengan rengekan kesia2an..
biar alunan ini ku jadikan hiasan penjawab kerinduan..



Kenangan Alam Maya

Awalnya ku tak sungguh2 mnyukaimu
kemudian sedikit demi sedikit
Ku mulai mnyayangimu
Tapi kini kau seperti
Semakin terasa jauh dariku
Tak tahu ku kenapa begitu
Seperti daun yang tertiup angin
Entah sanggup ku raih entah tidak
Aku merindukanmu
Sangat amat merindukanmu
Aku hanya bisa menuliskannya pada Selembar kertas putih yang bersih
Betapa ku merindukanmu
seperti ratusan liter air yang berada di pantai
seperti itulah rinduku padamu
Hari-hari ku sepi dan sunyi
Hanyalah kerinduan yang begitu mendalam kurasakan padamu
Saat aku hanya sanggup meneteskan air mata

Saat aku hanya sanggup tuk terdiam dan terkatub
Aku telah menahan rindu ini kasih
Bilakah kita bersua...



Catatan Selengkapnya »

Puisi Penyesalan

0 comments


Rasa Haruku padamu

Saat Rasa itu datang..
asmara membara dalam jiwa
membakar hati yang sunyi..
kau hadir berikan warna
dalam kelam jiwa yang putus asa
bagaikan penyejuk di keringnya hati…
ku kejar coba tuk raih hatimu..
ingin ku miliki sepenuhnyaaaa
tapi satu salah ku
rasaku melewati anganku
tak sengaja kuteteskan noda
yang menghancurkan semua
membuat mu tenggelam dalam duka
yang seharusnya tak ada
maafkan keegoisanku
maafkan semua salahku’
maafkan hanya itu kata yang tersisaaa
ku harap dengan ini
kita mampu belajar
tuk perbaiki diri
dan menjadi lebih baik....


MAAFKAN AKU TEMAN....

Lantakkanlah duniaku…wahai sang malam
cabiklah dengan berjuta tajam ….jiwaku kan riang meregang..
Sudutkanlah diriku diujung kutub yang kelam….
ludahi sekujur asaku yang tak kenal kata sopan…
Menarilah diatas bangkai hina ini ….wahai Hujan….
Campakkanlah sanjungan sanjunganku dahulu yang bau..untukmu..
Adakah lagi selaksa siksa pantas untukku….
aku masih mau…Sungguh….


Kumohon……
sungguh tak tertebus kebodohanku…
sinislah pandang aku wahai mentari…bakarlah hati durjana ini..
Dan pencarkanalh abuku keseluruh kata berarti mati…..
Kuburkanlah segala kebahagiaanku kepalung dalam menanti..
patahkalan setiap kakiku yang menari….

Relaku….terwujud tawa menanti…hujan jarum kutadah di hati
Usah kau pusing ku hanya mencari simpati….duhai mendung sunyi
Aku sungguh ingin merasakan menjadi pecundang sejati…

teman..hukumlah aku abadi……
Takkan menangis manusia ini……kureguk puas segala balas

agar tercodet disepanjang hayat ini…membekas
betapa aku telah…salah………
Aku……..bersimpuh padamu wahai ….Malam…hujan….
Laut..ombak…pelangi….peri-peri….mimpi…..indah…
Cakrawala….Fajar…..embun….dunia..
Akulah yang pesakitan mengakui……
Aku yang telah membuat….Senyumnya menghilang…

Tolong…..Siksa diri ini….

Maafkan aku wahai teman……!



Catatan Selengkapnya »

Puisi Pengharapan

0 comments


Wajarkah bila Ku mencinta??? 

pikiranku telah beku tuk membayangkanmu
mataku terlalu rabun tuk melihat parasmu
jantungku begitu lemahnya hanya untuk sekedar mengingatmu
imajinasiku mendadak tak berdaya untuk menggambarkan rindu padamu
Kulitku mengeras untuk meraba tiap kelam cintamu
Pendengaranku enggan bermain dengan nama-namamu
Memori otakku tak kuat lagi sekedar mengenangmu
Hatiku membeku mati hanya untuk mengingat sebesar apapun cinta padamu
Seluruh indraku, mati untukmu....


mengapa tak sekejappun kau kenang
waktu bergulir lambat merantai langkah perjalan kita
berjuta cerita terukir dalam menjadi sebuah dilema
mengertikah engkau perasaanku tak terhapuskan
malam menangis tetes
embun membasahi mata hatiku
mencoba bertahan di atas puing2 cinta yang telah rapuh
apa yang ku genggam tak mudah untuk aku lepaskan
aku terlanjur cinta kepadamu
dan telah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa kini baru kau pertanyakan cintaku
aku pun tak mengertiapa salah dan kurangku padamu
kini terlambat sudah untuk di persalahkan
karna sekali cinta aku tetap cinta

duhai......masihkah kau anggap diriku tak wajar.............?


Catatan Selengkapnya »