7 type Pria di FB


Pria incaran atau kekasih Anda gemar memajang foto dirinya sendiri untuk profil, atau konten statusnya dipenuhi game online? Julie Fishman dan Meagan McCrary, penulis buku 'The Little Black Book of Big Red Flags' menjelaskan sifat-sifat pria dilihat dari profil Facebook-nya, seperti dilansir Glo.


1. Foto Profil
Sebuah gambar bisa menjelaskan 1.000 kata, tapi kenapa gambar itu yang dipilih oleh subjeknya bisa berkata lebih banyak lagi. Gambar yang dipilih pria sebagai foto profil di Facebook-nya, bisa memberitahu Anda kecenderungan sifat yang dimilikinya.


Misalnya, jika dia memajang foto dirinya berpose sambil memegang gitar; bergaya di depan mobilnya atau foto bersama teman-teman satu tim basket; berarti dia ingin menunjukkan ketertarikan dan hobinya. Bisa juga, dia hanya ingin para wanita berpikir seperti itu agar dirinya terlihat lebih menarik karena pria yang jago main musik atau olahraga, mereka anggap paling banyak disukai wanita. Sementara foto dia bersama hewan peliharaan, menandakan pria tersebut adalah seseorang yang perhatian dan penyayang.


2. Frekuensi Update Status
Pria yang meng-update statusnya setiap 10 menit, mungkin mengalami masalah Obsessive Compulsif Disorder (OCD), yaitu kondisi dimana penderitanya mendapatkan rasa aman dengan melakukan perilaku tertentu secara berulang-ulang, sehingga seperti sebuah ritual. Tapi bisa juga karena dia ingin mencari perhatian atau kurang bisa mengekspresikan perasaan secara langsung sehingga semuanya ia curahkan di Facebook. Sedangkan pria yang jarang update status, bahkan hingga berbulan-bulan, bisa jadi ia adalah orang yang sibuk hingga tak punya waktu untuk menulis status. Atau, mungkin pria ini takut statusnya akan dikomentari macam-macam oleh teman-teman Facebook-nya.


3. Deskripsi Diri (About Me)
Fitur 'profile' di Facebook memungkinkan kita mencantumkan semua info tentang diri kita, mulai dari tanggal lahir, pekerjaan, hobi hingga musik dan film favorit. Salah satunya kolom 'About Me' untuk mendeskripsikan diri secara singkat. Jika pria menjabarkan dirinya secara detail dan panjang, bisa jadi dia adalah pribadi yang suka menyombongkan diri atau memang tidak masalah jika kehidupan pribadinya diketahui orang banyak. Jadi, jangan heran jika sewaktu-waktu dia tak segan membicarakan hubungan asmaranya dengan gamblang di Facebook.


4. Konten Status
Mungkin Anda pernah melihat status dari teman Facebook pria Anda hanya dipenuhi update dari game online yang terakhir dimainkannya. Jika konten status lebih banyak dipenuhi laporan tentang perkembangannya di Farmville atau Mafia Wars, mungkin dia ingin mencari 'pelarian' di dunia virtual karena di dunia nyata, kehidupannya cenderung membosankan. Fantasi memang menyenangkan, tapi pria yang lebih suka menghabiskan waktunya dengan sosialisasi di dunia maya, berarti dia punya kesulitan dalam bersosialisasi atau bertatap muka langsung dengan orang nyata, termasuk berkencan.


5. Kebiasaan 'Poking'
Para Facebook-ers, pasti tahu fitur 'poke' bukan? Jika ada pria yang sering 'menyenggol' Facebook Anda, kemungkinan dia ingin Anda tahu kalau dia tertarik pada Anda, tapi terlalu malas untuk melakukan usaha lebih (misalnya menulis di wall atau kirim pesan di inbox). Dia ingin menarik perhatian, hingga akhirnya Anda yang pertama memulai percakapan. Jika dia sering 'poke', sebaiknya tidak usah dihiraukan karena mungkin dia juga melakukannya pada teman-teman wanitanya yang lain di Facebook.


6. Teman-teman di Facebook
Pria yang hanya punya sedikit teman di Facebook (tak lebih dari 100), mungkin merupakan orang yang cenderung tertutup, kurang bersosialisasi atau sebenarnya dia kurang tertarik pada jejaring sosial dan hanya membuat akun untuk sekedar tahu. Di sisi lain, pria yang memiliki lebih dari 1.000 teman mungkin termasuk orang yang populer. Tapi bisa juga menandakan dia orang yang tidak bisa berkata 'tidak', dia merasa tidak enak jika harus menolak 'friend request'.


7. Hal-hal yang Disukainya (A Fan Of)
Pria yang menyatakan 'a fan of' ke hampir semua hal mulai dari figur publik, produk, merek, acara, grup, tokoh kartun atau film bukan menandakan kalau dia orang yang ceria. Tapi malah menunjukkan dia sedikit putus asa. Mungkin memang banyak hal dia sukai. Tapi bisa juga berarti, kesukaannya pada banyak hal mungkin hanya sebuah topeng dari imej sebenarnya yang ingin dia tutupi.


sumber: wolipop
Catatan Selengkapnya »

Ajaran Syekh Siti Jenar


Dalam perspektif filosofis, semua hal yang ada di dunia ini memiliki aspek fisika (fisik) dan metafisika (metafisik). Demikian pula agama memiliki dua aspek tersebut. Syariat merupakan bentuk fisik dari agama, sedangkan bentuk metafisikanya ada dalam hakekat dari syariat agama. Seseorang hendaknya mengetahui fisik atau syariat yang merupakan tata caranya merncapai spiritual. Sedangkan metafisik atau hakekat sebagai bentuk pencapaian spiritualnya. Filsafat bukan mebicarakan fisik dari segala yang ada, melainkan membicarakan metafisika atau sesuatu yang ada dibalik keadaan fisik.
Ajaran Siti Syeh Jenar lebih memberikan tekanan pada filsafat ketuhanan dan filsafat kebenaran dengan kata lain bukan lagi berhenti pada tataran syariat, tetapi telah melangkah pada tataran yang lebih tinggi yakni hakekat.  Hal itu berbeda dengan ajaran yang disampaikan para wali, yang lebih mengedepankan syariat. Meskipun demikian ajaran Syeh Siti jenar yang mengutamakan filsafat ketuhanan dan kebenaran mengarah kepada ajaran Islam yang umumnya disebut sebagai ilmu tasawuf. Ajarannya mengutamakan pentingnya pengolahan kalbu (istilah Gusti MN IV; sembah kalbu/cipta) dengan implementasi pada ibadah-ibadah bersifat lahiriah.
Syeh Siti Jenar mengajarkan tentang falsafah kebenaran dan berusaha merumuskannya ke dalam bentuk kearifan dan kebijaksanaan. Sehingga menciptakan suatu hukum-hukum dalam bertindak (akhlak). Di situlah muncul kesan penyimpangan ajaran Syeh Siti Jenar jika dipandang dari perspektif penganut ajaran yang lebih mengutamakan syariat baku atau bagi yang memahami Qur’an dan Hadits secara tekstual. Terlepas dari munculnya kesan di atas, ajaran Syeh memang banyak menyangkut perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pandangannya mengandung nilai metafisik mengenai baik-buruk, dan salah-benar.
Catatan Selengkapnya »